Minggu, 05 November 2017
Saat Minum Antibiotik Jangan Lakukan 4 Hal Ini
Ketika Anda mengalami infeksi, biasanya dokter memberikan beberapa obat, salah satunya adalah antibiotik. Antiobiotik adalah obat yang cukup umum dikonsumsi, terutama saat tubuh sedang terinfeksi.
Perlu diingat, antibiotik bisa mempengaruhi seluruh bagian tubuh, selain bakteri yang ditargetkan. Dilansir dari Women's Health, seorang internis di New York City, Keri Peterson, MD, mengatakan bahwa antibiotik dapat memengaruhi bagian tubuh lain, selain area yang memang lemah lantaran bakteri ataupun virus.
"Semua antibiotik tidak sama, jadi selalu tanyakan kepada dokter atau apoteker apa yang perlu Anda hindari," kata Petersen.
Karena tiap antibiotik punya jenis yang berbeda,tanyakan dulu pada apoteker atau dokter yang memberikan resep antibiotik tersebut. Selain aturan spesifik, dan tak berakibat fatal berikut empat pantangan umum saat konsumsi antibiotik, melansir Women's Health.
Agar tak berakibat fatal, pantang lakukan hal ini selama Anda mengonsumsi antibiotik.
1. Minum Pil KB
Hati-hati jika mengonsumsi pil KB (Keluarga Berencana) bersamaan dengan antibiotik. Tidak semua antibiotik dapat mengurangi efektivitas KB, Namun Rifampisin (untuk mengobati meningitis) dan Rifabutin (untuk mengobati tuberkulosis) bisa menurunkan kadar hormon KB yang berguna untuk mencegah kehamilan.
Jadi jika dokter meresepkan salah satu antibiotik tersebut, sebaiknya Anda katakan jika sedang menjalani KB. Biasanya dokter akan memberi alternatif alat kontrasepsi seperti kondom, selama mengonsumsi antibiotik tersebut.
2. Mengonsumsi alkohol
Minum minuman beralkohol dinilai kurang aman selama mengonsumsi antibiotik. Meski alkohol tidak mengurangi keefektivitasan antibiotik, tapi obat ini bisa mengurangi tenaga dan akan memperlambat pemulihan tubuh dari penyakit. Lagipula, minuman keras bisa menyebabkan perut mual, pusing, dan kantuk.
3. Makan yogurt
Sebagian besar antibiotik membunuh bakteri yang membuat Anda sakit, tapi juga bisa membunuh bakteri baik di usus yang berguna untuk mencerna makanan. Jadi ketika mengonsumsi antibiotik, disarankan makan makanan yang mengandung probiotik yang bisa mencegah munculnya masalah baru.
4. Mengabaikan aturan pakai
Beberapa antibiotik, seperti augmentin, perlu diminum bersama makanan untuk menghindari gangguan pada perut. Sementara yang lain, seperti penisilin (untuk mengobati infeksi bakteri), perlu diminum saat perut kosong.
Jadi selalu cek petunjuk tertulis sebelum minum antibiotik, apakah sebaiknya diminum sebelum makan atau sesudah makan.
Antibiotik harus digunakan secara bijak. Karena jika digunakan tidak tepat, meski dosisnya rendah namun bisa memicu resistensi antibiotik. Ketika beberapa jenis bakteri sudah resisten pada jenis antibiotik tertentu, maka diperlukan antibiotik baru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar