My Blogg
Minggu, 12 November 2017
Mengatasi Rambut Rontok Dengan Cara Mudah
Mungkin sehari-hari kamu pernah menemukan helaian rambut yang rontok, seperti di bantal atau lantai kamar. Jangan panik dulu, selama rambut yang rontok masih berjumlah sekitar 100 helai dalam sehari, hal itu masih tergolong normal. Tapi bila setiap menyisir atau keramas rambut sering rontok dalam jumlah yang banyak, hal ini harus kamu waspadai. Bisa jadi kamu sedang mengalami gejala rambut mudah rontok atau patah, yang merupakan salah satu tanda kerusakan rambut.
Rambut rontok merupakan salah satu masalah yang sering dikeluhkan banyak wanita. Padahal, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah rambut rontok. Mengutip laman Step to Health, Minggu (12/11/2017), salah satu cara mencegah rambut rontok adalah dengan mengurangi konsumsi garam. Kelebihan asupan garam tidak hanya mempengaruhi tekanan darah, tapi juga terhadap ginjal dan rambut.
Di bawah ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah rambut rontok.
1. Pijat kulit kepala
Meningkatkan sirkulasi di kulit kepala adalah salah satu cara untuk mencegah rambut rontok. Cara ini juga bisa membuat rambut Anda lebih kuat dan lebih sehat.
Cara melakukan pijat kepala dengan ujung jari, buat lingkaran kecil menekan sedikit untuk menggerakkan kulit kepala Anda. Mulailah dengan daerah yang paling dekat dengan dahi dan tetap bergerak kembali ke tengkuk leher. Jika Anda mau, bisa menggunakan minyak kelapa, zaitun , jojoba dan minyak esensial seperti rosemary, lavender, cinnamon, mint. Biarkan minyak meresap di kulit kepala sepanjang malam. Saat pagi hari, basuh rambut seperti biasa.
2. Rutin menyisir rambut
Menyisir rambut secara rutin dapat meningkatkan sirkulasi darah dan penyebaran minyak ke rambut. Jika menggunakan sisir kayu dengan serat alami, Anda akan melihat hasil memuaskan yang akan muncul dalam beberapa minggu. Anda bisa melakukan ini jika menyisir rambut secara normal dari depan ke belakang.
3. Rawat dengan air jeruk nipis
Dalam beberapa kasus, rambut rontok bisa dikaitkan dengan anemia defisiensi zat besi. Sebab ini salah satu gejala yang paling umum bila kekurangan zat besi. Salah satu cara untuk memudahkan penyerapan zat besi adalah dengan menggabungkan makanan dengan vitamin C. Salah satunya dengan konsumsi jus lemon segar. Jus ini kaya vitamin tersebut. Ini membantu lebih baik dalam menyerap zat besi yang ada pada makanan.
4. Tidur nyenyak
Jika Anda tidak beristirahat dengan baik di malam hari karena insomnia atau kurang tidur, ini bisa menjadi penyebab kerontokan rambut. Karena itu, penting untuk memperbaiki kualitas dan memperhatikan jam tidur.
5. Hindari stress
Stres bisa berdampak pada banyak hal, salah satunya rambut rontok. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan tubuh menyebabkan gejala seperti rambut rontok dan banyak gangguan kesehatan lainnya.
Rambut yang sehat dan terawat tentu menjadi dambaan bagi sebagian orang. Apalagi jika rambut juga memiliki tekstur yang lebat, seakan memberi nilai tambah pada penampilan.
Inilah beberapa penjelasan tentang cara mencegah rambut rontok. Semoga bermanfaat untuk anda yang membaca.
Minggu, 05 November 2017
Saat Minum Antibiotik Jangan Lakukan 4 Hal Ini
Ketika Anda mengalami infeksi, biasanya dokter memberikan beberapa obat, salah satunya adalah antibiotik. Antiobiotik adalah obat yang cukup umum dikonsumsi, terutama saat tubuh sedang terinfeksi.
Perlu diingat, antibiotik bisa mempengaruhi seluruh bagian tubuh, selain bakteri yang ditargetkan. Dilansir dari Women's Health, seorang internis di New York City, Keri Peterson, MD, mengatakan bahwa antibiotik dapat memengaruhi bagian tubuh lain, selain area yang memang lemah lantaran bakteri ataupun virus.
"Semua antibiotik tidak sama, jadi selalu tanyakan kepada dokter atau apoteker apa yang perlu Anda hindari," kata Petersen.
Karena tiap antibiotik punya jenis yang berbeda,tanyakan dulu pada apoteker atau dokter yang memberikan resep antibiotik tersebut. Selain aturan spesifik, dan tak berakibat fatal berikut empat pantangan umum saat konsumsi antibiotik, melansir Women's Health.
Agar tak berakibat fatal, pantang lakukan hal ini selama Anda mengonsumsi antibiotik.
1. Minum Pil KB
Hati-hati jika mengonsumsi pil KB (Keluarga Berencana) bersamaan dengan antibiotik. Tidak semua antibiotik dapat mengurangi efektivitas KB, Namun Rifampisin (untuk mengobati meningitis) dan Rifabutin (untuk mengobati tuberkulosis) bisa menurunkan kadar hormon KB yang berguna untuk mencegah kehamilan.
Jadi jika dokter meresepkan salah satu antibiotik tersebut, sebaiknya Anda katakan jika sedang menjalani KB. Biasanya dokter akan memberi alternatif alat kontrasepsi seperti kondom, selama mengonsumsi antibiotik tersebut.
2. Mengonsumsi alkohol
Minum minuman beralkohol dinilai kurang aman selama mengonsumsi antibiotik. Meski alkohol tidak mengurangi keefektivitasan antibiotik, tapi obat ini bisa mengurangi tenaga dan akan memperlambat pemulihan tubuh dari penyakit. Lagipula, minuman keras bisa menyebabkan perut mual, pusing, dan kantuk.
3. Makan yogurt
Sebagian besar antibiotik membunuh bakteri yang membuat Anda sakit, tapi juga bisa membunuh bakteri baik di usus yang berguna untuk mencerna makanan. Jadi ketika mengonsumsi antibiotik, disarankan makan makanan yang mengandung probiotik yang bisa mencegah munculnya masalah baru.
4. Mengabaikan aturan pakai
Beberapa antibiotik, seperti augmentin, perlu diminum bersama makanan untuk menghindari gangguan pada perut. Sementara yang lain, seperti penisilin (untuk mengobati infeksi bakteri), perlu diminum saat perut kosong.
Jadi selalu cek petunjuk tertulis sebelum minum antibiotik, apakah sebaiknya diminum sebelum makan atau sesudah makan.
Antibiotik harus digunakan secara bijak. Karena jika digunakan tidak tepat, meski dosisnya rendah namun bisa memicu resistensi antibiotik. Ketika beberapa jenis bakteri sudah resisten pada jenis antibiotik tertentu, maka diperlukan antibiotik baru.
Sabtu, 04 November 2017
Beberapa Fakta yang Tidak Diketahui dari Parfum
Benarkah ada sesuatu yang sangat misterius tentang parfum atau apa saja yang terkandung di dalamnya? Beberapa ahli di industri wewangian membeberkan rahasia bagaimana cara memilih aroma yang tepat, dan meracik sesuatu menjadi aroma yang sangat harum. Dilansir dari thelist. com Selasa (24/10/2017).
Beberapa fakta yang jarang diketahui dari parfum,:
1. Banyak parfum berasal dari bahan alami
Bunga adalah salah satu bahan penting yang digunakan oleh hampir di semua wewangian. Bunga sebagai bahan baku parfum memiliki sejarah panjang, menciptakan aroma yang semerbak, dan seksi.
2. Beberapa parfum memiliki bahan sintesis
Parfum yang dibuat dari 100% bahan alami juga sulit didapatkan. Faktanya, bahan alami membuat sebuah label parfum menjadi lebih mahal. Bahan sintesis menawarkan banyak kemungkinan yang lebih masuk akal. Bahan sintesis juga tidak akan terlalu merusak lingkungan, dibandingkan jika menggunakan bahan alami.
3. Perbedaan antara parfum, eau de toilette, dan cologne.
Parfum memiliki aroma yang paling kuat, karena memiliki konsentrasi tertinggi dari minyak dan alkohol. Beberapa label bahkan tidak menggunakan air sama sekali. Cologne sebenarnya adalah produk khusus pria yang formulanya kini juga digunakan untuk produk wanita.
4. Harga parfum lebih mahal.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga parfum lebih mahal, salah satunya adalah kualitas bahan dan botol yang digunakan. Namun, harga tidak selalu mencerminkan kualitas, ini hanya tentang pemasaran.
5. Wewangian bisa memiliki bau yang berbeda pada setiap orang
Tubuh, gaya hidup, dan kimiawi bisa mengubah aroma parfum dari satu orang ke orang lainnya. Hal yang paling membuat frustasi adalah ketika Anda mencium bau parfum di selembar kertas dan berbeda ketika membeli, serta saat menggunakannya di rumah.
Ternyata Memakai Parfum Berlebihan Berbahaya bagi Kesehatan
Menggunakan parfum dengan wangi tertentu dapat membuat tubuh menjadi lebih harum, menarik dan terkesan seksi. Meski wangi, parfum ternyata dapat merusak kesehatan.
Menurut penelitian yang dikutip dari The Case Against Fragrance oleh penulis Kate Grenville, sebanyak satu dari tiga orang mengalami gejala sakit kepala, asma dan ruam karena sensitif terhadap parfum. Sebuah studi terpisah pada tahun 2014 menemukan bahwa tiga perempat wanita penderita migrain, disebabkan oleh bau parfum.
Seorang penulis dan dosen senior di bidang farmakologi University of Adelaide, Ian Musgrave, mengatakan, masalah yang disebabkan oleh minyak esensial alami menjadi dasar wewangian memiliki efek toksik yang baru saja diketahui, termasuk bagaimana sifat aroma yang dapat merangsang reaksi kekebalan tubuh. Seperti yang dikutip dari laman The Independent, Senin 16/10/17.
Contoh B-damascenone, senyawa dalam minyak esensial mawar dan bourbon Kentucky ini bisa mengakibatkan reaksi alergi bila digunakan di atas rata-rata. Sementara 1,8-cineol yang memberi aroma khas pada tumbuhan eucalyptus, bisa menyebabkan kerusakan lever bila digunakan dalam jumlah besar.
Jika Anda gemar menyemprotkan parfum pada tubuh, sebaiknya gunakan secukupnya saja, agara tidak membahayakan kesehatan Anda dan orang lain yang mencium aromanya.
Langganan:
Postingan (Atom)



